JAKARTA, ILLINI NEWS – Pengguna datar di Jakarta harus siap untuk lebih dalam menghabiskan mata pencaharian mereka, termasuk Kontribusi Pemeliharaan Lingkungan (IPL). Berdasarkan Surat Sosialisasi Keputusan Gubernur (KepGub)
Tanpa setengah, peningkatan mencapai 71% dari RP12 550/m3 ke RP21 500/m3.
“Karena kenaikan biaya ini dapat meningkat 71%, meskipun inflasi tidak hanya 3%. Jika mirip dengan IPL, termasuk air dan listrik dari pengguna datar di Jakarta, misalnya, mereka yang menggunakan 1 juta RP dapat meningkat menjadi 1,5 juta RP,” Ketua P3RSI mengadvit Lauhatta mengatakan ILLINI NEWS Indonesonia.
Di meja layanan baru, tambahkan apartemen sebagai apartemen dalam keyakinan yang sama dengan bangunan tinggi, kondominium, dan pusat perbelanjaan dengan RP21 500 untuk biaya M3. Akibatnya, apartemen seperti Kalibata dapat menelan biaya lebih dari perumahan elit.
“Sudah ada 13.500 unit dalam satu kalibata, penuh dengan lebih dari 100.000 unit di seluruh Jakarta.
Salah satu masalah utama menerapkan tarif air murni adalah mengidentifikasi kelompok datar/apartemen yang setara dengan bangunan komersial, concannas, dan pusat perbelanjaan tinggi. Meskipun fungsi dan namanya berbeda.
“Apartemen ini juga dikenal sebagai apartemen dan penamaan adalah tempat tinggal. Apartemen atau apartemen adalah tempat tinggal, sementara yang lain komersial.
Pemeliharaan peralatan air murni di bangunannya masih merupakan penghuni yang mencapai miliaran rupee setiap tahun. Kasus ini sangat parah untuk komunitas apartemen, terutama sebelum masalah pajak IPL terpengaruh.
“Jika ini masalahnya, orang yang tertarik untuk tinggal di apartemen yang lebih kecil,” kata Adzit. Di bagian selanjutnya ada flat flat IPL kebocoran dengan PPN 11%, ini adalah bukti huruf