Jakarta, ILLINI NEWS – Presiden Prabowo Subianto berencana untuk membangun penjara di pulau terpencil agar korupsi memiliki efek pencegahan.
Dia mengatakannya ketika dia memberi kuliah pada hari Kamis (13/13/2025), ketika dia mengajar pengumuman perubahan dalam kebijakan penyesuaian ASN, di Kementerian Pendidikan dan Budaya di Jakarta. Pada waktu itu ia berbicara tentang pengurangan korupsi di Indonesia.
“Saya juga akan menunda uang untuk membuat penjara yang sangat kuat, tempat yang jauh, jadi mereka tidak bisa keluar di malam hari. Kami sedang mencari pulau, jadi jika mereka ingin bertemu paus,” kata Prabowo pada hari Minggu (3./16/2025).
Menurut Prabow, korupsi hanya menyebabkan kerusakan satu negara. Selain itu, korupsi juga sering menyulitkan orang.
“Saya tidak akan kembali melawan korupsi, mereka harus mengerti bahwa saya siap mati untuk suatu bangsa dan orang -orang, saya tidak takut pada mafia,” kata Prabowo.
Seperti diketahui, Indonesia membutuhkan penjara baru karena tingkat perumahan melebihi kapasitas. Menurut informasi di situs web Sekretariat Kinet Indonesia, jumlah penjara dan rumah penjara (pusat penjara) di Indonesia meningkat.
Pada tahun 2023, sekitar 526 penjara dan pusat dengan total 140.424 orang ditempatkan di Indonesia. Jumlah ini telah meningkat sejak 2019, yaitu sekitar 492 pusat penjara dan penjara dan total 130 446 orang. Jumlah tahanan dan pusat penjara saat ini adalah 265.897 orang, jadi masih memiliki kekuatan 89,35%.
.