JAKARTA, ILLINI NEWS – Raksasa industri Jerman Bosch akan melakukan PHK massal terhadap ribuan karyawannya. Ini merupakan pukulan lain bagi perekonomian negara.
Perusahaan berencana memangkas sekitar 2.250 pekerjaan secara global selama beberapa tahun ke depan, menurut juru bicara perusahaan. Pemotongan ini terjadi ketika dunia usaha berjuang menghadapi permintaan yang lebih rendah, kenaikan biaya, dan meningkatnya persaingan.
“Lingkungan ekonomi yang sulit dan perubahan yang sedang berlangsung di industri otomotif memberikan tantangan besar bagi kami, seperti halnya perusahaan lain. Penting bagi kami untuk tetap kompetitif dalam kondisi ini,” kata Bosch, Rabu (12/11/2024). “, seperti dikutip CNN Internasional.
“Sektor mobilitas sedang mengalami perubahan besar,” kata pernyataan itu.
Rencana PHK tersebut, beberapa di antaranya diumumkan awal tahun ini, mewakili sekitar 2% dari tenaga kerja global Bosch, yang akan berjumlah lebih dari 429.000 pada akhir tahun 2023.
Perusahaan berusia 138 tahun ini juga memproduksi berbagai barang konsumsi, termasuk lemari es, mesin kopi, dan kendaraan untuk perusahaan lain.
Berita ini merupakan pukulan lain bagi negara dengan ekonomi terbesar di Eropa, di mana produsen-produsen terkemuka menghadapi badai persaingan yang ketat dari para pesaingnya dari Tiongkok, dengan upah dan gaji yang lebih tinggi akibat invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2022. Ada kelemahan tradisional seperti pajak dan biaya energi. ditingkatkan.
Bosch bukan satu-satunya perusahaan Jerman yang melakukan PHK. Volkswagen, produsen mobil terbesar di Jerman, secara bertahap mengikuti jejaknya. Bulan lalu, ThyssenKrupp, produsen baja terbesar di Jerman, mengumumkan rencana untuk memangkas 11.000 pekerja pada akhir dekade ini.
Perekonomian Jerman mengalami kontraksi untuk pertama kalinya sejak dimulainya pandemi virus corona tahun lalu. Menurut perkiraan terbaru Komisi Eropa, badan eksekutif UE, perekonomian Jerman akan kembali menyusut pada tahun ini.
(luc/luc) Tonton video di bawah ini: Video: Raksasa otomotif Jerman akan memberhentikan 35.000 pekerja pada tahun 2030 Artikel selanjutnya Tak hanya tekstil, industri ini memberi kode untuk bersiap menghadapi PHK massal.