Jakarta, CNPC Indonesia – Bt Sarani Jiwasraya (Persero) Jivasraya membuka masalah penipuan atau penipuan dalam manajemen keuangan dalam pensiunnya Ketua Jivasraia (DPPK).
Manajer Operasi dan Keuangan Jivasraya Ludfi Risal mengatakan kasus penipuan Jiwasraya di Jivasraya DPPK dilakukan oleh tersangka yang sama. Tersangka dari Jiwasraiah yang terkenal termasuk Penny Yogosarog dan Hidayat.
“Jika kita bisa menjadikannya keajaiban dengan Jivasraya. Pada tanggal 31 Desember 2024, penelitian dilakukan oleh BPKP dan 257 miliar rp.
Selain itu, anggaran Jivasraya TPPK jatuh dari tahun 2003 hingga 2012. Pada waktu itu, Jivasraiah bertemu dengan DPPK RP. 701 juta per rp. 39 miliar
Kemudian, dari 2013 hingga 2018, situasi keuangan Jivasraya lagi mencatat kinerja positif. Pada tahun yang sama, kemudian terungkap bahwa beberapa tersangka bahkan tidak akan mencatat perdagangan saham canggih di Bursa Efek Indonesia (IDX).
Hanya pada tahun 2018 dan 2019, kinerja negatif dicatat. Manajemen Jivasraya TPPK secara hukum ditinggalkan oleh pemrosesan kriminal.
Sebelumnya, pensiunan B.T. Anggota parlemen Jivasraya (Persero) menggugat VI karena dana pensiun yang telah menjadi gaji mereka belum terpenuhi.
De Jong Adrian, presiden Asosiasi Pensiun Pusat, menunjukkan seluruh DPK Jiwasraya untuk mantan karyawan seharga $ 371,8 miliar. Sejak 31 Desember 2024, dana pensiun RP yang tersisa adalah. 239,7 miliar.
Untuk diingat, kerusakan pemerintah dalam kasus Jivasraya RP16.81 adalah triliun. Angka ini berasal dari kasus partisipasi dalam periode 10 tahun atau 2008-2018. (MKH/MKH) Periksa video di bawah ini: Film: Perusahaan! Prabhoo ingin artikel rumah berikutnya dialihkan oleh anggota