Jakarta, ILLINI NEWS – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meningkatkan status kegiatan pria Lewotobi ke Level IV atau AWAS pada pukul 3:00 pagi, Kamis (2/13/2025).
Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid, mengatakan berdasarkan pemantauan terbaru, menyarankan masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan dalam radius 6 km dari puncak gunung dan industri ke 7 km selatan -barat daya ke barat utara.
“Tentu saja, area itu adalah rekomendasi kami untuk mencegah atau membatalkan dari semua kegiatan, di atas jari -jari 6 km dan melalui industri 7 km, dengan 6 desa.
Menurut Wafid, enam desa terkena dampak dan harus dibersihkan bersama dengan desa -desa Nobu, Dulipali, Klatanlo, Jaya, Boru, Kampung Hamlet dengan Podor Hamlet, dan desa Nawokote.
“Desa -desa ini termasuk dalam radius harus kosong untuk semua kegiatan,” katanya.
Saat ini, pemerintah telah menyiapkan situs pengungsi untuk penduduk yang terkena dampak dan menyarankan untuk terus menggunakan tempat penampungan lama di tempat yang disediakan.
“Kami juga menyediakan 2 titik pengeboran air untuk meminta bantuan, untuk membantu masyarakat dengan hari -untuk membutuhkan air bersih. Kami memberi pemerintah daerah dua sumber air,” katanya.
Wafid mengumumkan bahwa pria Gunung Lewotobi memiliki ledakan untuk membuat bahan pijar dan endapan abu. Gunung ini juga mengalami ledakan magma untuk membuat kubah lava, garis lava, dan awan panas.
“Pada tahun 2024 atau tahun lalu di awal Januari hingga Februari, ia melewati ledakan Stromilian di sana,” katanya.
Kemudian, ia merinci bahwa sejak 17 Desember 2023, situasi gunung berapi ini telah berubah beberapa kali. Awalnya ke Level II (Waspada) kemudian meningkat ke Level III (peringatan) pada 1 Januari 2024, kemudian meningkat ke Level IV (AWAS) pada 9 Januari 2024.
Kondisinya dihargai untuk peringatan pada tanggal 29 Januari 2024 dan waspada pada 3 November 2024. Setelah itu, pada 25 Desember 2024, kondisinya kembali ke sekolah menengah (peringatan) sebelum ia akhirnya diperingatkan pada 13 Februari 2025.
.