Jakarta, ILLINI NEWS – Israel membenarkan bahwa ia menyebabkan pukulan udara ke lokasi senjata kimia dan rudal dengan pertukaran panjang di Suriah. Menurut Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, langkah ini adalah untuk mencegah senjata jatuh ke tangan aktor ekstremis setelah runtuhnya administrasi Presiden Bashar al -assad.
Akhir pekan lalu, pemberontak Suriah berhasil menghubungi DAMAC dan menggulingkan pemerintah Assad setelah hampir 14 tahun perang saudara. Acara ini membawa harapan baru bagi masa depan Suriah, tetapi juga menyebabkan kekhawatiran tentang kekosongan keamanan di negara -negara yang masih terbagi antara kelompok bersenjata.
“Satu -satunya minat kami adalah keamanan Israel dan warganya,” kata Saar, kata Associated Press.
“Untuk alasan ini, kami akan menyerang senjata strategis, seperti senjata kimia yang tersisa atau rudal dengan jarak jauh sehingga mereka tidak jatuh ke tangan ekstremis.”
Saar tidak memberikan rincian tentang waktu dan lokasi serangan, tetapi jurnalis Associator Press mengumumkan serangan ini. Pemogokan udara terjadi di dekat Bandara Militer Mazze, di selatan -barat ibukota Suriah, pada hari Minggu (12/08/2024). Bandara sebelumnya adalah tujuan serangan udara Israel.
Dalam beberapa tahun terakhir, Israel memulai ratusan serangan udara di Suriah, dengan tujuan utama dalam bentuk kota -kota militer yang terkait dengan kelompok perang Iran dan Hizbull. Namun, pejabat Israel jarang memberikan komentar khusus tentang serangan ini.
Dalam pembangunan masa depan, Israel mengatakan bahwa ia untuk sementara mengendalikan zona penyangga di wilayah Suriah sesuai dengan perjanjian 1974, ketika pasukan Suriah meninggalkan kekacauan.
Bagi Israel, jatuhnya Assad-Maine adalah Iran dan Hizbulla-Deecifi sebagai perkembangan positif. Namun demikian, mereka masih tahu apa yang terjadi lebih jauh di Suriah, yang sekarang dalam ketidakstabilan politik.
Senjata kimia Suriah adalah masalah utama. Meskipun Suriah sepakat untuk mentransfer semua cadangan senjata kimia pada tahun 2013 setelah serangan mematikan, sebagai akibatnya ratusan orang di dekat Damaskus meninggal, negara itu harus mempertahankan beberapa cadangan.
Suriah juga dituduh menggunakan senjata kimia dalam konflik berikut.
(Luc/Luc) Tonton video di bawah ini: Video: Video: Gedung Surat Israel di selatan Beirut, 3 orang membunuh artikel lain.