Jakarta, ILLINI NEWS – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo membeberkan alasan Presiden Prabowo Subianto baru berkantor di ibu kota nusantara pada tahun 2028, yakni 17 Agustus 2028 atau dalam waktu 4 tahun.
Prabowo hanya akan duduk jika fasilitas yang seharusnya tersedia sudah tersedia. Jika tidak, maka akan sulit bagi pemerintah untuk menjalankan pemerintahannya.
Presiden Prabowo masih menunggu kesiapan sarana dan prasarana IKN, seperti gedung legislatif dan yudikatif, kata Dody sambil ngopi bersama Jurnalis Infrastruktur di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta, Jumat, 6 Desember 2024 .
Kini pengembangan IKN lebih terfokus pada pengembangan eksekutif. Namun sudah mulai mengarah pada pembangunan gedung legislatif dan yudikatif.
Selain itu, pembangunan infrastruktur lainnya masih terus berjalan, termasuk penyelesaian kontrak-kontrak yang ada.
“Kita tunggu arahan dari presiden, kita fokus dengan apa yang kita punya,” kata Dody.
Pemerintah sedang membangun perumahan PNS. Targetnya tahun ini bangun 27 tower apartemen ASN, lalu tahun depan tambah 20 apartemen lagi.
“Tahun ini targetnya selesai 27 tower. Tahun 2025 kita harus menyelesaikan 20 menara lagi sehingga total menjadi 47 (menara),” kata Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana.
Total progres pembangunan infrastruktur di IKN yang dibukukan Kementerian Pekerjaan Umum sebanyak 109 paket senilai Rp 89 triliun yang berarti 61,7%. Rinciannya, progres batch 1 (tahun kontrak 2020-Maret 2023) sebanyak 40 paket senilai Rp 25,1 triliun 95,8%, progres batch 2 (kontrak April 2023-November 2023) senilai 31 paket. Rp 27,6 triliun sebesar 75,1%, dan progres batch 3 (kontrak Desember 2023-2024) ada 38 paket senilai Rp 36,2 triliun 27,9%. (fys/wur) Simak video berikut: UMP Naik 2025 6,5%, Saiq Iqbal: Kami Sambut Baik Keputusan Presiden Prabowo Artikel selanjutnya Mengenakan Kemeja Putih, AHY dan Menteri Hanggodo Blusukan di Kalibaru-Cek It