JAKARTA, ILLINI NEWS – Zhong Shanshan, orang terkaya di China saat ini, mengkritik kehadiran platform belanja online populer milik Pindudo (PDD) Holdings, induk perusahaan e-commerce Temu.
Sebagai catatan, Zhong Shanshan adalah pendiri Nongfu Springs Beverage Company Menurut Forbes, kekayaan bersih Jong adalah $51,7 miliar atau Rp.
Zhong mengunjungi wilayah di Tiongkok timur yang menuduh PDD Holdings mengobarkan perang harga yang merugikan perusahaan dan industri di tengah perlambatan ekonomi Tiongkok.
Dalam sebuah pernyataan yang jarang terjadi, Zhong juga mengkritik pemerintah Tiongkok karena gagal mengekang tren harga yang sangat rendah.
Sangatlah tidak biasa bagi pengusaha Tiongkok untuk secara terbuka menargetkan pemerintah, dan mereka yang melakukan hal tersebut sering kali mendapat reaksi balik.
“Platform internet telah merusak sistem penetapan harga kami,” katanya, menurut media pemerintah Tiongkok, The Paper.
Dia juga mengatakan bahwa inilah yang menjadi industri (secara keseluruhan) dan penetapan harga (industri).
Pinduduo telah mengalami pertumbuhan luar biasa dalam beberapa tahun terakhir, sebagian karena situs e-niaganya menawarkan harga yang sangat kompetitif.
Dalam pernyataan lebih lanjut, Zhong mengecam pemerintah Tiongkok karena tidak berbuat lebih banyak untuk mengekang tren ini.
“Pemerintah tidak melakukan intervensi terhadap industri ini dan saya pikir pemerintah telah mengabaikan tugasnya,” katanya dalam transkrip yang diterbitkan oleh Sina Technologies dan dibagikan oleh beberapa situs berita. Selasa (26/11/2024).
Meski baru berusia delapan tahun, perusahaan yang memiliki induk perusahaan Temur ini berhasil memanfaatkan perubahan pola konsumen di negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia tersebut.
Komentar Jong muncul di akhir tahun yang sulit bagi miliarder tersebut. Sebelumnya, ia menghadapi gelombang serangan dari kaum nasionalis yang menuduhnya kurang memiliki rasa patriotisme. Kampanye tersebut menurunkan harga saham perusahaan minumannya dan merugikan penjualannya
Di Indonesia, Temu dilarang bekerja Temu juga dikenal sebagai “pembunuh UMKM lokal” yang menimbulkan kontroversi setelah ia beberapa kali terdaftar di Indonesia, namun ditolak.
Konsep Temur yang menjual barang langsung dari pabrik ke pelanggan membuat harga pokok penjualan lebih murah dibandingkan platform e-commerce lainnya. Kekhawatiran Temu akan menciptakan persaingan tidak sehat.
September lalu, Temu disebut sudah mencoba mendaftarkan kembali usahanya ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkomham). Namun usaha Temu ke pasar Indonesia dihalangi keras oleh pemerintah Indonesia. (dem/dem) Simak video di bawah ini: Video: Lebih Parah dari TikTok, Akankah Aplikasi Temu Ancam UMKM Indonesia? Artikel selanjutnya Raksasa AS ini khawatir akan ancaman terhadap bisnisnya dari Tiongkok