Jakarta, ILLINI NEWS – PT Bank Negara Indonesia TBK. (BBNI) Penurunan bank Indonesia mengurangi tingkat bunga standar atau tingkat bilateral. Prospek ini diharapkan pada semester pertama 2015 di semester II-2015.
“Ini pasti akan memiliki efek yang baik, ini akan membaik dalam materi perbankan,” kata Direktur Keuangan Angry BNI Novita Widyang di BNI Public Virtual pada hari Rabu (1/22/2025).
Untuk tujuan pengiriman kredit untuk tahun ini, BNI bertujuan untuk tumbuh dari 8 % menjadi 10 %. Detail Novita, perusahaan bank terkenal negara bagian dan sektor konsumen telah menargetkan pertumbuhan utang masing -masing 10 % hingga 12 %.
Novita Wednesday (22/20): “Kami melihat peluang di sektor perusahaan, kita dapat melihat bahwa kita masih memiliki perimeter positif dalam sektor komunikasi, infrastruktur dan industri. Ini sejalan dengan program pemerintah untuk pengembangan yang adil.
Saat berada di sektor konsumen, ia memiliki tiga BNI, yaitu kredit Flexi, KPR dan keuangan bersama. Dengan cara ini, Novita percaya bahwa peningkatan PPN (PPN), terutama untuk barang -barang mewah, tidak mencegah kredit BNI.
“Faktanya, ada peningkatan pajak yang ditambahkan nilai, terutama barang -barang mewah. Tetapi dengan strategi kami dalam perbedaan dalam produk pelanggan ini, kami masih optimis bahwa kami dapat mencapai tujuan yang diharapkan.”
Perlu dicatat bahwa distribusi kredit BNI terdaftar telah meningkat sebesar 11,6 % per tahun (YO) menjadi Rs 695,09 triliun pada periode yang sama dari Rs 775,87 triliun.
Pertumbuhan kredit ini didukung oleh sektor perusahaan, yang telah meningkat sebesar 17,6 % setiap tahun dan basis tahunan untuk konsumen meningkat sebesar 14,5 %. Anak perusahaan mencatat pertumbuhan pinjaman yang signifikan sebesar 79,7 % setiap tahun sambil mempertahankan profitabilitas.
.