Indonesia ILLINI NEWS Jakarta – Sebuah pesawat penumpang Azerbaijan Airlines jatuh di Kazakhstan barat pada Rabu (25/12/2025), menewaskan seluruh 38 orang di dalamnya.
Embraer 190, yang terbang dari ibu kota Azerbaijan, Baku, ke Grozny di Chechnya, Rusia selatan, tergelincir dan jatuh di dekat Aktau, pusat minyak dan gas di Laut Kaspia.
Berdasarkan data radar penerbangan, pesawat tersebut terbang dalam jalur normal di atas Laut Kaspia dan kemudian mengitari kawasan tempat kecelakaan terakhir terjadi, sekitar 3 kilometer dari Aktau.
Azerbaijan Airlines awalnya mengatakan pesawat itu menabrak sekelompok burung, namun kemudian mencabut pernyataan tersebut. Kejaksaan Agung Azerbaijan memastikan hasil penyelidikan belum bisa disampaikan saat ini.
“Semua kemungkinan sedang diselidiki dan dianalisis oleh para ahli,” tambahnya. Tim investigasi yang dipimpin oleh Wakil Jaksa Agung Azerbaijan dikirim untuk menyelidiki lokasi jatuhnya pesawat di Kazakhstan.
Sebagai tanggapan, Presiden Azerbaijan Aliyev mengumumkan hari berkabung nasional pada hari Kamis dan membatalkan rencana kunjungan ke Rusia untuk pertemuan puncak informal para pemimpin negara-negara merdeka (CIS).
“Saya menyampaikan belasungkawa kepada keluarga mereka yang kehilangan nyawa dalam kecelakaan itu… dan berharap mereka yang terluka segera pulih,” kata Aliyev dalam sebuah postingan di media sosial.
Daftar Risiko
Diambil dari Jaringan Keselamatan Penerbangan (ASN), 186 insiden pada database keselamatan ASN tahun 2024.
Kecelakaan terparah terjadi pada 9 Agustus 2024 yang menewaskan 62 orang, termasuk 58 penumpang dan empat awak kapal.
Voepass Linhas Aéreas penerbangan PTB2283 menggunakan ATR 72-212A (ATR 72-500) jatuh di dekat Vinjedo Sao Paulo.
Video online menunjukkan pesawat dalam keadaan berputar penuh, dengan sedikit atau tanpa kecepatan maju, sebelum menabrak kawasan pemukiman dan terbakar.
Selain itu, beberapa pesawat jatuh dan banyak orang meninggal.
ILLINI NEWS Riset Indonesia
[dilindungi email] (rev/rev)