Jakarta, ILLINI NEWS – Minggu lalu, aliran keuangan asing terdaftar untuk membeli jaring dari pasar keuangan domestik. Kedatangannya relatif baik setelah merekam minggu sebelumnya dalam jumlah besar.
Bank Indonesia (BI) telah menerbitkan informasi pada 17-27 Februari 2021, investor asing terdaftar dengan pembelian rajutan RP.5.5 triliun, yang membuat Rp.16 triliun dalam tas, yang terdiri dari penjualan rajutan, Rp Beli . Beli miliaran di Pasar Keamanan Negara (SBN), dan Net RP 1,08 -Saya membeli miliaran di Rupiyah Indonesia.
Pada tahun 2021, investor asing terdaftar untuk menjual jaring dengan Rp 7,74 triliun dalam tas pada 28 Februari 2021, dibeli Rp 18,99 triliun dan SRBI RP 3,23 -Billion Net.
Pekan lalu, aliran asing bersih, terutama di pasar SBN, terjadi bersama dengan sikap BI, yang merupakan 5,75%dari suku bunga.
Gubernur BI Perry WARGIO, Kebijakan Tingkat BI 5,75% dianggap sebagai ketidakpastian yang tinggi dari ekonomi global, sebagai tempat yang semakin sempit untuk mengurangi minat di Bank Sentral AS, FND fund -irbation. “Pelajaran kami termasuk penjelasan presiden tentang mereka,” kata Perry kepada gubernur dua hasil pers papan pada hari Rabu (19/09/2025).
Perry mengklaim bahwa meskipun BI mendukung suku bunga referensi tahun ini, dukungan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi untuk fokus pada pertumbuhan ekonomi. Masalah -masalah lain melalui peningkatan cairan makro -pruden (KLM) adalah kebijakan inspirasional untuk lebih mendorong pinjaman/dana bank di sektor -sektor prioritas pekerjaan dan pekerjaan yang menciptakan sesuai dengan pemerintah.
Dengan tingkat bunga yang dipertahankan ini, efektivitas mesin investasi di negara ini menjadi cukup menarik di mata investor asing.
Ini mencerminkan perbedaan antara 10 -eyer SBN terner -iields, termasuk 10 -eyer UST Tenner, yang terbukti pada 14 Februari 2025, dari 2,275% menjadi 2,368% pada 14 Februari 2025.
Demikian pula, untuk perbedaan rata -rata dalam kinerja, yang ditekan, kemudian 2,304%dicatat. Pada minggu kedua bulan Februari, perbedaan rata -rata adalah 2,278%.
Hal ini juga dikonfirmasi oleh Direktur Eksekutif, Kepala Perdagangan, Treasury dan DBS Pasar Bank Indonesia, Ronnie Setiawan, yang mengatakan bahwa banding pasar keuangan Indonesia masih sangat baik, meskipun masih akan mempengaruhi prinsip -prinsip Fed dan Bius.
Penelitian Indonesia ILLINI NEWS
[Email dilindungi] (rev/rev)