Jakarta, ILLINI NEWS – Kejelasan pengembangan ibukota kepulauan (IKN) telah menjadi lebih dan lebih merupakan poin yang brilian setelah masa Presiden Joko Widodo (Jokowi). Proyek ini bernilai ratusan triliun terakhir.
Ini ditransfer oleh kepala otoritas IKN (oikn), Basuki Hadimuljon ke arah Presiden Prabowo Subiant. Di tengah penghematan anggaran, Prabowo bahkan menyetujui penambahan anggaran pengembangan IKN sebesar Rp 8,1 triliun.
“Kami diminta oleh Presiden Prabowo dan menteri lainnya untuk menyiapkan dokumen anggaran tambahan sebesar Rp 8,1 triliun, sehingga total Rp 14,4 triliun, yang merupakan bagian dari Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia (DPR), yang dikutip pada hari Jumat (14/02/ 2025)
Berdasarkan Kepala Eksekutif Oikn untuk Menteri Keuangan dan Menteri PPN/Bappen N -RO B.141/Kepala/Otoritas IKN/XI/2024 tanggal 9 November 2024, persyaratan anggaran untuk pembangunan fase kedua periode tersebut 2025-2029 mencapai RP 48,8 triliun.
Kemudian persyaratan anggaran tahun 2025 untuk pembangunan IKN mencapai Rp 14,4 triliun, daftar pengisian implementasi oikn 2025 ditugaskan ditugaskan pada Rp 6,3 triliun, dan proposal anggaran oiKN tambahan untuk 2025 mencapai Rp 8,1 triliun.
Secara rinci, anggaran tambahan akan digunakan untuk pembangunan jalan dan jembatan 1B, 1C, dan WP-2, yang meliputi tanah, tebing, aspal dan terowongan multi guna (MUT) dengan panjang 25 km bernilai RP 3,7 triliun.
Kemudian untuk pembangunan kompleks kantor legislatif dan peradilan sebesar 76.000 meter persegi senilai Rp 2,3 triliun, pembangunan kompleks perumahan legislatif dan yudisial dari 7 menara yang diperkirakan pada Rp 8,5 triliun, dan pembangunan pipa air minum 35 km dan pipa air yang sehat dan yang sehat dan yang sehat dan yang sehat dan yang sehat dan yang sehat dan yang sehat dan se -sehat minum dan satu pipa air yang sehat dan yang sehat dan yang sehat dan se -sehat minum dan satu pipa air yang sehat dan yang sehat dan se -sehat minum dan se -sehat minum 35 km dan satu pipa air minum dan yang sehat dan se -sehat dan se -sehat minum 35 km dan air yang sehat dan yang sehat dan se -sehat minum 35 km dan air yang sehat dan yang sehat dan se -sehat dan se -sehat minum 35 km dan A Healthy Jaringan bernilai Rp 600 miliar.
Selain penambahan anggaran Rp 8,1 triliun, fase kedua konstruksi IKN juga diperoleh dari kolaborasi pemerintah dan entitas bisnis (KBPU), yang diproyeksikan mencapai Rp 60,93 triliun dan investasi Rp 6.49 triliun.
Sebelumnya, anggaran IKN dari RP. 48,8 triliun adalah anggaran untuk fase kedua periode 2025-2029. Ini didasarkan pada hasil pertemuan terbatas (tikus) pada 21 Januari 2025 dan 3 Februari 2025.
Selain itu, anggaran pemotongan hanya untuk DIPA IKN, dari awal langit -langit dari Rp 6,3 triliun menjadi Rp 5,2 triliun, juga dipotong pada Rp 1,15 triliun.
“Pada waktu itu presiden menyetujui otoritas anggaran IKN sebesar Rp 48,8 triliun. Jika kinerja ini hanya untuk DIPA dari awal Rp 6,3 triliun menjadi Rp 5,2 triliun,” kata Bekuuki, yang sering disebut sebagai ‘Mr. Bas’. (CHD/MIJ) Tonton video di bawah ini: Video: Ada ulasan tentang IKN Design, Prabowo meminta studi perbandingan ke 3 negara berikut video artikel: Kemajuan Pengembangan IKN Fase 1 Translua 97%