Jakarta, ILLINI NEWS – Para astronom telah menemukan salah satu planet terkecil di alam semesta yang disebut TIDYE-1b (juga dikenal sebagai IRAS 04125+2902 b). Dunia ini baru berusia 3 juta tahun dan bisa dikatakan masih dalam masa pertumbuhan.
Sebagai perbandingan, usia Bumi adalah 4,5 miliar tahun, yang berarti planet yang kita tinggali ini 1.500 kali lebih tua.
Penemuan planet muda ini dapat mengajarkan banyak hal kepada para ilmuwan tentang tahap awal pembentukan planet, dan keunikan planet ini membuat para ilmuwan mengevaluasi kembali model kelahiran planet.
“Astronomi membantu kita menjelajahi tempat kita di alam semesta, dari mana kita berasal dan ke mana kita pergi. Jika kita menemukan planet seperti ini, kita dapat melihat ke masa lalu dan melihat sekilas pembentukan planet yang terjadi,” kata penulis utama Madyson. Tukang cukur. penulis makalah bersama mahasiswa pascasarjana di UNC-Chapel Hill, dikutip dari Science Alert, Selasa (26/11/2024).
Barber menemukan TIDYE-1b menggunakan metode transit, di mana sebuah planet lewat di depan bintang induknya, meredupkan cahayanya, dan menjadi terlihat oleh pengamat, dalam hal ini teleskop TESS milik NASA.
Sebelumnya, wahana ini telah menemukan lebih dari selusin planet muda, yang usianya berkisar antara 10 hingga 40 juta tahun, namun TIDYE-1b adalah planet termuda.
Penemuan ini sangat jarang terjadi, karena dalam kondisi normal, planet-planet kecil seperti itu sering kali tertutup gas dan debu sehingga membentuk ‘cakram protoplanet’, yaitu bidang puing-puing di sekitar bintang seperti cincin tempat terbentuknya planet-planet baru.
“Planet biasanya membentuk piringan datar yang terdiri dari debu dan gas, sehingga planet-planet di tata surya kita sejajar dalam bentuk ‘pancake datar’,” jelas Andrew Mann, profesor di UNC-Chapel Hill.
“Tapi di sini piringannya miring, tidak sejajar dengan planet dan bintangnya. Ini adalah perubahan mengejutkan yang menantang pemahaman kita saat ini tentang bagaimana planet terbentuk,” tambahnya.
Karena TIDYE-1b mengorbit bintangnya pada sudut yang berbeda dari piringan protoplanet yang lebih besar, planet ini dapat terlihat meski masih kecil.
Biasanya diperlukan waktu lebih dari lima juta tahun agar piringan semacam itu terlihat jelas di sistem bintang muda. Jadi ini adalah suatu keberuntungan, karena tanpa keberuntungan para astronom tidak akan dapat melihat planet ini.
Planet ini sangat dekat dengan bintang induknya dan mengorbit bintang induknya setiap sembilan hari.
Para peneliti meyakini bahwa planet ini merupakan salah satu contoh planet yang nantinya akan menjadi ‘super-Bumi’ atau ‘sub-Neptunus’, yaitu planet yang bukan berada di Tata Surya, melainkan berada di Tata Surya.
TIDYE-1b tidak sepadat Bumi, namun 11 kali lebih luas.
Penemuan ini memberikan bukti kuat bahwa planet mungkin saja terbentuk lebih awal dari perkiraan sebelumnya. Minimnya contoh planet berumur kurang dari 10 juta tahun yang ditemukan sejauh ini bukan berarti tidak ada. Hanya planet-planet saja yang seringkali tersembunyi dari pandangan. (kain/kain) Simak videonya di bawah ini: Video: Kegiatan data center dukung transformasi digital Indonesia di era Prabowo Artikel selanjutnya: Bumi tidak berputar mengelilingi matahari, begitulah tafsir bintang