Jakarta, ILLINI NEWS – Produksi rokok Indonesia pada bulan Februari atau sebulan sebelum Ramadhan 2025 mencapai 26,3 miliar batang. Angka ini di atas Februari 2024, yang mencapai 26,23 miliar kaki.
Data di Direktorat Umum untuk Bea Cukai Kementerian Keuangan menunjukkan bahwa produksi rokok pada bulan Februari 2025, mencapai 26,3 miliar, hingga 57,48% dibandingkan dengan Januari tahun ini (bulanan/MTM). Namun, produksi meningkat hanya 0,27%tahun lalu (tahun/tahun).
Peningkatan produksi rokok menurut historis. Produksi rokok biasanya terbang sebulan sebelum Ramadhan untuk mencegah permintaan Ramadhan dan Idul Fitri.
Catatan dibuat pada 31 Maret hingga 31 Maret 2025 tahun ini.
Data historis sebelum Pandem Covid-19 (2017-2019) menunjukkan bahwa produksi rokok di Ramadhan masih lebih dari 30 miliar batang. Selama periode ini, Ramadhan jatuh pada awal Mei atau di tengah.
Pada awal Pandem 2020, produksi rokok masih menginvasi 29,5 miliar batang pada bulan April, tempat Ramadhan dimulai.
Produksi rokok baru dimiringkan oleh Ramadan 2021-2022. Produksi rokok naik lagi di Ramadan 2023 (akhir Maret), yang merupakan 29,45 miliar batang.
Secara keseluruhan, produksi rokok pada Januari-Februari 2025 43 miliar Rod tiba. Jumlah ini lebih rendah dari pada periode 2024 yang sama, mempengaruhi 43,62 miliar batang.
Namun, produksi rokok lebih tinggi dalam dua bulan terakhir tahun ini daripada pada periode yang sama 2022 dan 2023.
Studi ILLINI NEWS
[E -Post dilindungi] (rev/rev)