Jakarta, ILLINI NEWS – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) melaporkan pendapatan negara dari sektor hulu migas hingga Oktober 2024 mencapai US$ 12,7 miliar atau sekitar Rp 201,4 triliun (kurs Rp 15.864 ). / AS$). Pencapaian tersebut mendekati target tahun ini sebesar US$12,9 miliar. Awalnya, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan pencapaian tersebut didorong oleh langkah efisiensi seperti manajemen pemulihan biaya. Pada bulan Oktober, pencapaian cost recovery tercatat sebesar US$ 5,82 miliar, jauh di bawah batas atas target tahunan sebesar US$ 8,25 miliar. “Nah, di akhir tahun diperkirakan mencapai US$ 7,96 miliar, jadi kita sudah melakukan penghematan melebihi ekspektasi. “Kita targetkan atau nanti dari tahun ke tahun sekarang menjadi 108,2 persen,” ujarnya dalam rapat rapat dengar pendapat dengan Komisi XII DPR RI, Senin (18/11/2022).
Sementara dari sisi penerimaan negara, Djoko mengatakan hingga Oktober 2024, hasil penerimaan negara telah mencapai target tahunan. Ia juga optimistis hingga akhir tahun ini pendapatan negara dari sektor hulu migas akan melebihi $14 miliar. mencapai US$12,7 miliar pada bulan Oktober. Selain itu, ia mencatat realisasi investasi hulu migas hingga Oktober 2024 tercatat sebesar US$ 10,3 miliar dari target tahunan sebesar US$ 17,7 miliar. $ “Capaian 17,7 miliar di bulan Oktober sebesar US$ 10,3 miliar dan kita harapkan di akhir tahun bisa mencapai $16 miliar,” kata Djoko. (mij/mij) Simak video berikut ini: Video: Pembangunan Pabrik LPG 2 Juta Ton untuk Kurangi Impor, Siapkah RI? Artikel berikutnya H1-2024, sektor migas Indonesia menyumbang pendapatan negara sebesar USD 7,6 miliar