Jakarta, ILLINI NEWS – Indonesia memiliki posisi yang baik dibandingkan negara tetangga seperti Filipina dan Malaysia dalam hal iCORE.
“Jadi bapak ibu sebetulnya posisi kita bagus, kalau bapak lihat sebelumnya, sistem iCORE kita kalau dibandingkan Filipina, kalau dibandingkan Malaysia, Indonesia paling tinggi,” kata Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan. . . Pada acara Transformasi Tata Kelola untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi, Senin (12/2/2024).
Meski demikian, Luhut mengatakan kita perlu hati-hati dengan naiknya iCORE. Perbaikan harus dilakukan untuk mendapatkan manfaatnya. iCORE RI masih tinggi yaitu 1.000 triliun, namun inefisiensinya tinggi, ujarnya.
ICORE sendiri merupakan sistem analitik canggih yang menggunakan IoT, machine learning, dan big data (data operasi, pemeliharaan, dan teknik) dalam sistem kecerdasan buatan untuk mengoptimalkan kinerja generator secara real-time agar menjadi generator yang kompetitif.
ICORE menyediakan layanan analisis manual dan lanjutan berdasarkan jenis pabrik dan teknologi yang diterapkan.
“Hanya iCORE kita yang masih sangat buruk. Kalau kita bisa memperbaiki iCORE ini, saya rasa ini adalah hal terakhir di sini. Saya pikir software ini adalah segalanya, tidak ada masalah. Ini akan diselesaikan dengan baik, dan kami telah mempelajarinya selama 11 tahun ,” kata Luhut. “Kami paham betul bagaimana menyelesaikan semua ini.”
“Tadi saya bilang iCORE kita tinggi, jadi inefisiensi kita tinggi, jadi kita punya seribu triliun, seribu triliun kalau kita terjemahkan angka pertumbuhannya, misalkan 2-3%, 2% di atas 5%, ya 7% kita bisa tumbuh lebih baik dari ini.” menyimpulkan. (FAB/FAB) Simak video di bawah ini: Video: Empat Masalah Ini Belum Selesai, dan Layanan Teknologi 5G RI Belum Dalam kondisi Terbaik Artikel selanjutnya Luhut Masih Penasaran, Ingin Bertemu Elon Musk Lagi