Jakarta, ILLINI NEWS – Aktor Korea Jung Woo-sung secara tidak sengaja mendapat kabar buruk. Usai mengungkap profil anak kelahiran model Korea Moon Gabi.
Menurut The Korea Herald, warga Korea atau netizen nampaknya “marah” dengan sikap Jung Woo-sung yang dianggap bertanggung jawab.
Jung Woo-sung adalah salah satu pendiri perusahaan manajemen aktor Korea, Artist Company. Negeri K-Pop mengakui Jung Woo-sung sebagai artis papan atas. Namanya “meledak” sejak ia berpartisipasi dalam film “Beat” pada tahun 1997. Sederet film yang ia ikuti sejak itu sukses baik di Korea maupun di luar negeri.
Di masa lalu, Woo-sung sangat sibuk sebagai direktur dan salah satu Duta Besar UNHCR. Namun Jung Woo-sung mengundurkan diri dari jabatannya efektif Juli 2024, setelah 9 tahun menjabat Duta Besar PBB untuk para pengungsi tersebut.
Namun, hal itu di luar dugaan. Pemandangan bayi Moon Gabi yang baru lahir, yang kemudian dikonfirmasi oleh Jung Woo-sung sebagai anaknya, menjadi “aib” bagi kesuksesan karier Jung Woo-sung.
Sikapnya yang terbuka sepertinya tidak disambut baik oleh masyarakat Korea. Setidaknya hal itu terlihat melalui video-video yang diposting warga Korea.
Meski Jung Woo-sung mengaku anaknya baik-baik saja, fakta tak ingin menikah dengan Moon Gabi tetap menjadi sorotan. Korea Herald mengatakan hal ini mencerminkan sikap masyarakat terhadap anak-anak di luar nikah.
Korea Herald mengatakan, “Jung bersumpah untuk memenuhi perannya sebagai seorang ayah tanpa menikah. Banyak orang bereaksi sangat negatif, mencerminkan sikap ketat negara tersebut terhadap keluarga istimewa.”
Karena itu, citra Jung Woo-sung terancam memburuk setelah menerima serangkaian kritik serius dan kritis.
“Korea masih kurang memiliki kemauan dalam urusan antara laki-laki dan perempuan. Kekecewaan masyarakat terhadap Jung Woo-sung yang selalu bersih akan menjadi hal yang penting. Di Korea, masyarakat mengharapkan kepercayaan bahwa ayah akan mengambil tanggung jawab penuh, bukan dukungan dari laki-laki. hanya uang,” kritikus budaya populer Ja Ja-geung, dikutip The Korea Herald, Rabu (27 November 2024).
Netizen mengkritik keputusan Jung Woo-sung yang tidak menikah dengan Moon Gabi yang melahirkan anaknya pada Maret 2024.
Bahkan kabarnya salah satu komentar/postingan netizen tersebut diterima sebanyak 1.053.
“Seorang komentator di mesin pencari terbesar di negara itu, Naver, menyebutnya ‘egois dan jahat’ karena menghindari pernikahan sambil memuaskan hasrat seksualnya,” tulis Korea Herarld. Ini menerima 1.053. ”
Yang lain berkata: “Dia belum pernah menjalin hubungan tetapi memiliki anak. Dia tidak ingin menikah tetapi ingin membesarkan anak. Itu tidak masuk akal. “Komentar ini mendapat 500 suka.”
Jangan berhenti di situ.
Fans juga menantikan peran Jung Woo-sung sebagai Duta Besar PBB. Salah satu komentar berbunyi: “Dia mendukung penerimaan pengungsi tetapi tidak bisa menerima anak-anaknya sendiri,” menerima 634.
Jelas bahwa kritik tersebut tidak hanya ditujukan pada Jung Woo-sung.
Moon Gabi yang sedang hamil dan melahirkan anak Jung Woo-sung juga mendapat kritik keras. Dikatakan bahwa orang Korea menggunakan ide-ide tertulis untuk mengapresiasi perkembangan anak di luar lingkungan keluarga normal. Moon Gabi telah dikritik karena sikapnya yang tidak bertanggung jawab dan berbeda terhadap orang asing.
Beda posisi, beda perspektif.
Menurut The Korea Herald, sikap orang asing sangat berbeda dengan orang Korea.
Hal tersebut terungkap berdasarkan pernyataan dari situs Korea Herald.
Banyak orang asing yang dikatakan bertepuk tangan, namun tidak menyalahkan Jung atas keputusannya untuk tidak mencari bulan.
“Bagus untuk mereka,” kata salah satu pengguna, 04mo08mo. Jangan berteriak pada anak-anak. Ini akan menjadi pernikahan yang tidak bahagia.” Pengguna lain, amyl9098, berkata, “Saya senang mereka mengklarifikasi masalah ini. Jika (Korea) mau. untuk meningkatkan jumlah anak yang dilahirkan, mempunyai anak di luar nikah harus dianggap sah. Sikap orang Korea terhadap pernikahan
Sementara itu, meski Korea masih terbilang sekuler, namun sikap masyarakatnya perlahan-lahan berubah terkait kawin campur dan kawin campur. Terutama di kelompok pemuda.
Korea Herald mengutip hasil survei tahun 2024 yang dirilis pada 19 November, di mana 42,8 persen responden berusia 20-an mengatakan mereka boleh memiliki anak tanpa menikah. Jumlah ini disebut meningkat 12,5 poin persentase dibandingkan tahun 2014.
Setelah itu, jumlah responden berusia 20 tahun yang menganggap pernikahan itu penting menurun dari 51,2% pada tahun 2014 menjadi 39,7% pada tahun 2024.
Sementara itu, Statistik Korea melaporkan bahwa 10.900 anak akan lahir di luar nikah pada tahun 2023, atau mencakup 4,7% dari seluruh kelahiran. Ini merupakan angka tertinggi yang tercatat sejak tahun 1981 ketika pengumpulan data dimulai.
Tren ini terus meningkat, yaitu 7.700 anak pada tahun 2021 dan 9.800 anak pada tahun 2022.
Meski meningkat, jumlah anak yang lahir di luar nikah di Korea masih sangat rendah dibandingkan negara-negara OECD.
Pada tahun 2020, angka ini adalah 62,2% di Prancis, 49% di Inggris, 41,2% di AS, dan 36,5% di Australia. .