JAKARTA, ILLINI NEWS – Bursa Efek Indonesia (BEI) memantau ketat perdagangan tiga emiten PT Gunung Raja Paksi Tbk (GGRP), PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL), dan PT Multitrend Indo Tbk (BABY). Harga saham yang sangat tinggi (Abnormal Market Movement/UMA).
Merujuk keterbukaan BEI, UMA merupakan wadah untuk melindungi investor di pasar modal, khususnya pemegang saham ketiga emiten tersebut.
Manajer BEI menulis pada Selasa 11.12 bahwa “Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan dan ketentuan di pasar modal.”
Informasi terkini mengenai GGRP adalah informasi mengenai perdagangan yang dipublikasikan di website PT Bursa Efek Indonesia (Bursa) pada tanggal 8 November 2024. Saham GGRP turun 33,47% dalam seminggu dan hampir 50% dalam sebulan dan tercatat menyentuh tingkat penolakan otomatis (ARB) terendah sepanjang masa dalam tujuh hari perdagangan terakhir.
“Sehubungan dengan promosi UMA pada saham GGRP, kami informasikan bahwa mata uang tersebut kini mengikuti proses perdagangan saham.”
Sedangkan informasi mengenai DWGL telah dimuat dalam Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek di website PT Bursa Efek Indonesia (Bursa) pada tanggal 11 November 2024. DWGL telah naik 80.87% dalam seminggu terakhir.
Sehubungan dengan diperkenalkannya UMA pada saham DWGL, kami sampaikan bahwa bursa kini tengah memantau perkembangan pola perdagangan saham tersebut, tulisnya.
Sementara itu, informasi terkini mengenai informasi BABY juga dipublikasikan melalui website PT Bursa Efek Indonesia (Bursa) dalam rangka menyediakan informasi untuk memenuhi kewajiban publik tahunan. Saham BABY naik 35,75% dalam sepekan terakhir.
“Sehubungan dengan peluncuran saham BABY oleh UMA, kami ingin menginformasikan bahwa bursa kini sedang memantau proses perdagangan saham.”
Oleh karena itu, investor sebaiknya memperhatikan respon emiten terhadap permintaan konfirmasi perubahan, kinerja dan keterbukaan emiten, mengkaji rencana tindakan emiten jika rencana tersebut tidak disetujui oleh rapat pemegang saham (RUPS), dan mempertimbangkan berbagai faktor. Peluang Masa Depan (fsd/fsd) sebelum mengambil keputusan investasi Simak video di bawah ini: Video: Prabowo bilang kalau rakyat kecil main saham itu seperti berjudi ya? Artikel BEI selanjutnya akan mengikuti pergerakan saham Wulandari Bangun Laksana (BSBK).