Jakarta, ILLINI NEWS – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mengimbau masyarakat, khususnya nasabah BRI, untuk berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, beberapa jenis penipuan digital atau sosial dapat menipu nasabah dan dapat mencuri data transaksi bank serta mempengaruhi keamanan uang nasabah. BRI terus memperkuat edukasi dan langkah-langkah efektif untuk mencegah menjadi korban penipuan jenis ini.
Direktur Teknologi Digital dan Informatika BRI, Arga M. Nugraha menegaskan, perlindungan data yang mengarah pada perlindungan uang nasabah menjadi fokus utama BRI.
“Keamanan dilakukan mulai dari jaringan, server, bagian data center, dan keseluruhan tujuannya end-to-end. Pemantauan keamanan juga dilakukan. Namun, bagian utamanya adalah kami mendorong pengguna untuk melakukan hal-hal berikut. mudahnya agar tidak menjadi serangan. Oleh karena itu, “misalnya, jangan selalu memberikan username, password dan OTP, bahkan kepada yang mengklaim BRI,” kata Arga dalam keterangan resminya, Jumat. (8/11/2024).
Sekadar informasi, berbagai cara baru semakin ampuh untuk mengelabui para korbannya, salah satunya dengan mengirimkan tagihan pajak melalui aplikasi WhatsApp. Penjahat berpura-pura menjadi petugas pajak dan mengirimkan tagihan pajak kepada korban, yang ternyata berupa file berekstensi APK.
Oleh karena itu, menurut Arga, keamanan siber merupakan perjuangan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, BRI akan terus mengembangkan dan meningkatkan langkah pengamanan untuk menjamin keamanan data nasabah dan keuangan.
Arga juga menyampaikan bahwa masyarakat juga dapat melawan kejahatan siber, dengan menerapkan beberapa tips berikut ini:
● Jangan membagikan informasi pribadi seperti nama pengguna, kata sandi, atau OTP kepada siapa pun
● Waspada terhadap pesan atau email mencurigakan yang mengatasnamakan BRI atau instansi pemerintah lainnya. Untuk memastikan kebenarannya, hubungi call center perusahaan.
● Gunakan koneksi internet yang aman saat mengakses BRImo
● Aktifkan fitur keamanan tambahan yang disediakan BRImo
● Menerapkan otentikasi dua faktor (2FA) untuk setiap transaksi penting
● Update aplikasi BRImo secara berkala
● Segera laporkan aktivitas mencurigakan apa pun.
Oleh karena itu, prinsip kehati-hatian dan praktik keselamatan konsumen harus diterapkan, seperti memasang APK tanpa hati-hati, memasang game gratis. Kami berusaha memastikan bisa, tetapi perangkat pelanggan bersifat rahasia. Oleh karena itu, kerahasiaan adalah komitmen dari keduanya. Keamanan ini tidak bisa kita jaga tanpa sepengetahuan pelanggan, kekuatan ini harus tetap dijaga bersama,” kata Arga.
Tidak hanya tagihan pajak, beberapa jenis penipuan digital juga marak dan dapat merugikan masyarakat, seperti undangan pernikahan digital, pemberitahuan penutupan rekening, pemberitahuan utang BPJS, foto paket dari kurir, surat atau tiket gratis, dan yang terakhir. , kewajiban pajak. (dpu/dpu) Simak video di bawah ini: Video: Kemenperin Blak-blakan Soal Kasus Peluncuran iPhone 16 Artikel Tambah 14 Pegawai Baru Tiap Menit, Ini Sederet Fakta Menarik BRImo